Peran dan Manfaat Antioksidan Bagi Kesehatan Tubuh dan Kulit🍎

Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus undatus) Sebagai  Facemist Untuk Kesehatan Kulit dan Antioksidan

Rosya Rizky Maulidya

Program Studi S1 Farmasi

rosyarizky@gmail.com

Gambar 1.1 Antioksidan

Sumber : (https://www.taranature.co.id/tips/3-antioksidan-penting-untuk-tubuh/)

ANTIOKSIDAN

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap atau menetralisir radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, karsinogenesis, dan penyakit lainnya. Senyawa antioksidan merupakan substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein, dan lemak.  Senyawa ini memiliki struktur molekul yang dapat memberikan elektronnya kepada molekul radikal bebas tanpa terganggu sama sekali fungsinya dan dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas (Murray, 2009).

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan cara mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif. Salah satu bentuk senyawa oksigen reaktif adalah radikal bebas, senyawa ini terbentuk di dalam tubuh dan dipicu oleh bermacam-macam faktor. Serangan radikal bebas terhadap molekul sekelilingnya akan menyebabkan terjadinya reaksi berantai, yang kemudian menghasilkan senyawa radikal baru. Dampak reaktivitas senyawa radikal bebas mulai dari kerusakan sel atau jaringan, penyakit autoimun, penyakit degeneratif, hingga kanker. Oleh karena itu tubuh memerlukan substansi penting, yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senyawa radikal bebas tersebut. (Winarsi, 2007)

Antioksidan dalam pangan berperan penting untuk mempertahankan mutu produk, mencegah ketengikan, perubahan nilai gizi, perubahan warna dan aroma, serta kerusakan fisik lain yang diakibatkan oleh reaksi oksidasi. Antioksidan yang dihasilkan tubuh manusia tidak cukup untuk melawan radikal bebas, untuk itu tubuh memerlukan asupan antioksidan dari luar. 2 jenis antioksidan terdiri dari dua, yaitu antioksidan alam dan antioksidan sintetik. Antioksidan alami banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan, sayur-sayuran dan buah-buahan, sedangkan yang termasuk dalam antioksidan sintetik yaitu butil hidroksilanisol (BHA), butil hidroksittoluen (BHT), propilgallat, dan etoksiquin. Antioksidan alam telah lama diketahui menguntungkan untuk digunakan dalam bahan pangan karena umumnya derajat toksisitasnya rendah. (Winarsi, 2007)

B.     Rumusan Masalah

1.      Mengetahui manfaat antioksidan untuk kesehatan kulit

2.      Mengetahui peran antioksidan bagi kesehatan

PEMBAHASAN

Ketika berhubungan dengan perawatan kulit, antioksidan dapat membantu merawat kulit dari pengaruh sinar matahari dan polusi. Tidak seperti sunscreen dan pelembap, antioksidan bekerja melindungi kulit dari dalam keluar dengan menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan. Setelah mengetahui antioksidan secara umum, kita juga harus mengetahui manfaat antioksidan bagi kulit yaitu :

1.      Menetralkan Radikal Bebas

Radikal bebas adalah partikel seperti asap, polusi, dan sinar UV yang mengoksidasi kulit, sehingga menyebabkan kerusakan kulit dan penuaan dini. Antioksidan bekerja dengan menetralkan radikal bebas sebelum memulai proses oksidasi dan dapat ditemui dalam khasiat vitamin E.

2.      Meningkatkan Produksi Kolagen

Kolagen bertugas memelihara elastisitas kulit dan kekuatannya agar kulit tampak kenyal dan muda. Dengan penggunaan krim antioksidan yang dapat menyerap ke lapisan dalam kulit, antioksidan tersebut dapat menetralkan radikal bebas dan meningkatkan produksi kolagen. Maka dari itu, kolagen dapat menjadi cara untuk mengencangkan kulit.

3.      Mengurangi Garis Halus dan Kerutan

Keriput dan garis halus adalah bagian alami dari proses penuaan. Penurunan produksi kolagen elastis mulai terjadi, lalu kulit wajah mulai mengendur. Radikal bebas yang terbentuk dari kelebihan paparan sinar matahari dapat mempercepat efek alami dari penuaan. Antioksidan tidak dapat memperlambat kerusakan yang tidak disebabkan oleh radikal bebas.

4.      Mengurangi Bintik Hitam

Bintik-bintik ini muncul ketika sinar matahari mempercepat produksi melanin di kulit. Melanin ini menjadi semakin jelas hingga terbentuk bintik-bintik hitam. Kandungan antioksidan dalam produk perawatan kulit, khususnya vitamin C, telah terbukti memberi manfaat dalam mengurangi pigmentasi melanin pada kulit.

5.      Mengurangi Jerawat

Vitamin A adalah antioksidan yang sangat kuat dan digunakan pada produk perawatan kulit. Maka dari itu, namanya lebih dikenal sebagai retinoid atau retin A. Ketika digunakan ke kulit, vitamin A masuk jauh ke dalam pori-pori untuk menghilangkan sumbatan pada keratin, salah satu penyebab utama dari komedo dan jerawat. Vitamin A juga dapat membantu mengurangi kelebihan minyak di pori-pori dan mengurangi jerawat jika dikombinasikan dengan pembersih kulit berkualitas. Konsumsi vitamin A dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi wajah berminyak dan berjerawat.

 

Indonesia sebagai negara berkembang mempunyai keterbatasan dalam penanggulangan masalah kesehatan, dimana penyakit infeksi masih tinggi, tetapi prevalensi penyakit degeneratif makin meningkat. Menurut hasil riset kesehatan dasar yang dilakukan oleh Badan Litbangkes (RKD) tahun 2007, penyebab kematian utama adalah stroke (15,4%), diikuti tuberkulosis, hipertensi, dan cidera (6,5-7,5%), serta diabetes mellitus dan tumor (masing-masing 5,7%). Oleh karena itu, penyakit degeneratif merupakan masalah kesehatan yang serius dan menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Berdasarkan penelusuran kepustakaan, antioksidan sangat bermanfaat bagi kesehatan dalam pencegahan proses menua dan penyakit degeneratif. Antioksidan dapat melawan radikal bebas yang terdapat dalam tubuh, yang didapat dari hasil metabolisme tubuh, polusi udara, cemaran makanan, sinar matahari, dsb. Berbagai tanaman yang ada di Indonesia dan lazim dikonsumsi ternyata ada yang mengandung antioksidan, seperti tanaman bawang-bawangan dan lain sebagainya. Obat-obatan sintetis ada juga yang bersifat sebagai antioksidan, antara lain N-asetil sistein dan vit C. Tubuh manusia dapat menetralisir radikal bebas bila jumlahnya tidak berlebihan, dengan mekanisme pertahanan antioksidan endogen. Bila antioksidan endogen tidak mencukupi, tubuh membutuhkan antioksidan dari luar. Berbagai tanaman maupun obat sintetis dapat berperan sebagai antioksidan, antara lain bawang-bawangan, spirulina dan Nasetil sistein (NAC). (Giacco,2010)

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap atau menetralisir radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, karsinogenesis, dan penyakit lainnya. Senyawa antioksidan merupakan substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein, dan lemak.  Antioksidan sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit dan sangat berperan penting bagi kesehatan tubuh.

B.     Saran

Mengkonsumsi antioksidan setiap hari baik berupa sediaan antioksidan maupun bahan alam yang mengandung antioksidan sangat perlu untuk mencegah stres oksidatif yang terjadi pada proses degeneratif. Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk menjawab bagaimana mekanisme selektif antikanker oleh zat-zat aktif dalam bahan alam yang mengandung antioksidan.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Litbangkes Depkes RI. 2007. Laporan Riset Kesehatan Dasar . Jakarta.

Giacco F, Brownlee M. 2010. Oxidative Stress and Diabetic Complications. Circ Res [serial online]. [disitasi tanggal 29 July 2013].

Murray R. K., Granner D.K., Rodwell V.W. 2009. Biokimia Harper, (Andri Hartono)..Edisi  27. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran, EGC.

Winarsih, S. 2007. Mengenal dan Membudidayakan Buah Naga. Semarang : CV Aneka Ilmu.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer